Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Begini Trik Setting Kamera Untuk Foto Prewedding Outdor

Kali ini saya ingin bahas cara setting kamera untuk foto prewedding outdor untuk fotografer pemula 

Sebagai seseorang fotografer foto prewedding pasti saja banyak tantangan yang harus dihadapi. Lokasi foto prewedding indoor ataupun outdoor memiliki plus dan minus yang semua fotografer merasakan. 

Begini Trik Setting Kamera Untuk Foto Prewedding Outdor




Nah, ketika kamu mengerjakan foto prewedding outdoor kamu pasti pernah mengalami situasi hasil foto over ataupun under exposure.

Ini merupakan kekeliruan mendasar dari fotografer pemula. Hendaknya segera disadari dan diperbaiki. 

Jangan sampai sedang asyik foto prewedding outdoor tanpa memperhatikan settingan kamera hasilnya jadi runyam semua. 

Pasti konsumen tidak akan mentoleransi kekeliruan semacam ini. Penting mengenali settingan kamera pemotretan outdoor.


Untuk menghindari kekeliruan seperti itu ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Yaitu settingan kamera dikala pemotretan di posisi outdoor yang harus diketahui. Apa aja sih? Ayo ikuti uraian di bawah ini:


Highlight Warning atau Bracketing


Pengetahuan paling mendasar dari seseorang fotografer, ialah mensetting kamera pada titik normal. 

Highlight Warning ini merupakan suatu indikator di layar LCD yang akan mengingatkan kamu tentang foto under, normal, serta over exposure. 

Perihal ini diatur dengan memainkan segitiga exposure kamera, ISO, shutter speed, serta diafragma.


Kombinasi segitiga exposure wajib pas supaya foto yang didapat paling tidak berpencahayaan normal. 

Saat di posisi outdoor serta tidak banyak pepohonan menutupi matahari dianjurkan memakai ISO di angka terendah. ISO ini mengatur intensitas sinar yang masuk ke lensa kamu.

Nantinya shutter speed serta diafragma bisa menyesuaikan dengan angle ataupun komposisi serta kecepatan gerak subyek kamu.


White Balance

White balance merupakan pengaturan yang sangat penting kala kita mengambil foto dimanapun. Begitu juga di lokasi outdoor. 

Maanfaatkan settingan White Balace yang cocok dengan situasi di lokasi. 

White Balance yang paling banyak dipakai umumnya Daylight sebab gambar prewedding outdoor memakai natural light dari matahari. 

Bila kamu tidak mempunyai banyak waktu untuk menata manual janganlah khawatir. Mudah saja, kamu dapat memakai pengaturan Auto White Balance. 

Banyak fotografer prewedding yang memilih menggunakan pengaturan manual sebab lebih akurat untuk warna objek dalam foto.


Baca Juga: cara setting kamera untuk foto pernikahan yang pas

Pengaturan ISO

Sudah dibahas secara pendek di atas mengenai setting ISO. 

ISO ialah salah satu dari segitiga exposure, yaitu bagian penting saat pengambilan foto apapun. Tidak hanya itu, ISO ialah penentu seberapa peka sensor kamera terhadap cahaya.

Semakin kecil angkanya maka cahaya yang masuk sedikit, hal ini bagus dipakai di lokasi yang sudah banyak sumber cahaya. 

Jika di tempat lebih gelap ISO wajib dinaikkan, supaya sensor kamera lebih peka serta menarik cahaya masuk lebih banyak.


Pastinya dalam gambar prewedding outdoor sebaiknya ISO di atur dengan nilai yang kecil supaya gambar nampak tajam. 

Sebab pada pengambilan foto prewedding outdoor kamu mempunyai banyak cahaya yang masuk. 

Nah ISO ini juga buat meredam pencahayaan yang berlebihan. Aturlah ISO dengan baik saat sebelum kamu memulai sesi foto ya!


Metering


Kerap disepelekan, banyak orang mengambil gambar tanpa memperhatikan settingan meteringnya terlebih dulu. 

Metering apa sih?

Ini adalah salah satu program di kamera yang dipakai untuk mengukur cahaya yang menerangi objek foto kamu. 

Ada sebagian opsi metering kamera, dan di masing- masing kamera juga penyebutannya berbeda- beda. Tetapi, guna serta tujuannya sama.


Hal ini pengaruhi seberapa besar jangkauan sensor kamu dalam menghitung cahaya di objek.

Ada yang secara rata- rata membagi seluruh zona pada frame ada pula yang hanya berpusat pada salah satu titik saja. 

Semua ini tergantung pada keinginan kamu dalam mengambil foto prewedding outdoor. Jadi kamu bisa memakai yang manapun.


Bentuk File serta Ukuran Memori


Memilih format foto di kamera merupakan hal yang sangat kerap dilupakan oleh banyak fotografer nih. Kamera mempunyai beberapa opsi format foto. 

Pada kamera Nikon terdapat SMALL, MEDIUM, FINE, LARGE, RAW, serta RAW+ FINE. 

Bentuk itu mempengaruhi dimensi dasar pada foto kamu. Semakin besar yang kamu pilih pasti semakin besar pula ukuran filenya. 

Ini berarti kamu akan membutuhkan kapasitas memori lumayan besar sebelum melaksanakan pemotretan. 

Jangan sampai tidak memperhatikan settingan bentuk file foto, di tengah pemotretan mengalami Card Full. Parahnya lagi jika sampai tidak membaca memori cadangan. Aduh jangan sampai deh! 


Semoga Bermanfaat yah...